Tim Kemendag Sambangi Pasar Bahagia, Segera Renovasi Berat
Senin, 20 April 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Tim Kementerian Perdagangan RI meninjau Pasar Bahagia di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Senin (20/4/2026) pagi. Kunjungan bertujuan untuk mengkaji kondisi darurat di pasar tradisional yang menjadi salah satu pusat transaksi ekonomi utama di wilayah tersebut. Bupati Sujiwo mengungkapkan Pasar Bahagia punya volume transaksional yang cukup tinggi, namun kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.
"Terima kasih Pak Andre dari Kementerian Perdagangan yang sudah membersamai kami. Ada dua pasar yang sangat potensial dan sangat prioritas, mendesak banget. Pasar Bahagia ini sebenarnya merupakan salah satu pasar yang volume transaksionalnya cukup tinggi," ujar Sujiwo.
Sujiwo mengatakan dengan nama pasar yang mengandung kata "Bahagia", ia berharap suasana pasar seharusnya benar-benar memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.
"Insyaallah dalam waktu dekat ini seperti namanya ‘Pasar Bahagia’, kita ingin yang datang ke sini itu bahagia. Setelah ini kita akan kaji, skema apa yang akan kita gunakan untuk segera melakukan renovasi. Ini memang tahun berapa dibangun? Delapan tahun lalu, tapi atapnya sudah bocor semua. Kanopi, pengecatan, banyak meja-meja yang sudah rusak," jelasnya.
Sujiwo menuturkan Pasar Bahagia memiliki dua bangunan, yakni bangunan depan dan bangunan belakang. Bangunan depan akan segera mendapatkan renovasi berat.
"Bangunan yang di depan ini kita pastikan dalam waktu singkat kita lakukan renovasi berat. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa kita lakukan. Akan kita kaji dari aspek hukumnya, apakah menggunakan BTT (Belanja Tidak Terduga) atau harus menunggu perubahan anggaran," terangnya.
Adapun untuk bangunan belakang yang dibangun pihak ketiga secara asal-asalan, Sujiwo memutuskan untuk merobohkannya.
"Yang di belakang itu dulu membangunnya asal-asalan, padahal para pedagang ngantre lumayan banyak kalau lokasinya layak. Maka kita akan robohkan. Dokumennya semua kita lengkapi, kemudian kita sampaikan ke Kementerian Perdagangan. Tidak terlalu besar, sekitar kurang lebih 5 miliar rupiah. Pak Andre menyarankan dibangun dengan pola TP (Tugas Pembantuan)," ungkapnya.
“Terima kasih Pak Andre yang sudah luar biasa merespons dan menindaklanjuti kondisi Pasar Bahagia ini,” ucap Sujiwo.
Lebih lanjut Sujiwo memaparkan tiga alasan utama mengapa pemerintah daerah sangat fokus terhadap revitalisasi pasar.
"Pertama, kalau dikelola dengan baik, di situ ada retribusi, ada parkir. Kedua, pasar adalah pusat transaksi, artinya ada pergerakan ekonomi yang luar biasa. Ketiga, pasar menjadi tempat sebagai off-taker, penampung hasil bumi, hasil perikanan, hasil laut, hasil kebun, hasil pertanian. Ini berdampak sekali terhadap petani dan nelayan kita," jelasnya.
Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan, Andre Prasetyo, menyatakan dukungannya terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
"Kami ke Pasar Bahagia khususnya, telah kami lakukan pengamatan secara kasat mata. Kami melihat bahwa ruang dagang di sektor belakang perlu dilakukan penanganan. Skema yang kami sarankan adalah melalui skema tugas pembantuan, yaitu program pembinaan dan pembangunan perdagangan," kata Andre.
Ia berharap perangkat daerah terkait dapat melengkapi persyaratan dari sisi administrasi dan teknis, termasuk perhitungan ulang Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk dapat diajukan ke Kementerian.
"Kami harapkan dapat diperhitungkan kembali DED dan RAB yang perlu didesain dan dihamparkan kepada kami melalui sistem informasi sarana perdagangan yang diampu oleh Kementerian Perdagangan," pungkas Andre. (rdw)
 Berita Terbaru
-
Tim Kemendag Sambangi Pasar Bahagia, Segera Renova...
Senin, 20 April 2026 07:19 WIB -
Tim Kemendag Tinjau Lokasi, Pembangunan Pasar Indu...
Senin, 20 April 2026 07:07 WIB -
Sungai Kakap Kembali Juara Umum MTQ Kabupaten
Senin, 20 April 2026 02:09 WIB -
Pemerintah Pusat Tindaklanjuti Usulan Pasar Induk ...
Senin, 20 April 2026 12:22 WIB