Pemerintah Pusat Tindaklanjuti Usulan Pasar Induk Kubu Raya

Senin, 20 April 2026 | Kubu Raya

Kubu Raya - Bupati Kubu Raya, Sujiwo mendampingi Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Andre Prasetyo meninjau lokasi rencana pembangunan Pasar Induk Kubu Raya di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Senin, 20 April 2026. Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan pembangunan pasar induk yang diajukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Andre Prasetyo mengatakan kunjungan lapangan dilakukan untuk menindaklanjuti proposal pembangunan Pasar Induk Kubu Raya dengan nilai usulan anggaran sebesar Rp30 miliar dan kapasitas sebanyak 330 lapak pedagang.

“Kami menindaklanjuti usulan pembangunan Pasar Induk Kubu Raya yang telah kami terima, yaitu dengan usulan anggaran Rp30 miliar dan jumlah pedagang sebanyak 330 lapak. Hari ini kami lakukan identifikasi lapangan,” ujar Andre Prasetyo.

Ia menjelaskan, selain identifikasi teknis di lapangan, pihaknya juga akan melakukan pembahasan hasil justifikasi teknis bersama OPD terkait guna memastikan kelayakan administrasi dan teknis proyek tersebut.

“Setelah identifikasi lapangan, kami akan melakukan penajaman kembali terhadap kebutuhan utama pembangunan pasar induk. Jika semua persyaratan terpenuhi, Kementerian Perdagangan akan menerbitkan surat rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum,” katanya menjelaskan.

Andre berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga pembangunan Pasar Induk Kubu Raya dapat direalisasikan sesuai rencana. Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung secara matang. Menurutnya, kebutuhan pembangunan pasar induk sudah sangat mendesak melihat kondisi Pasar Melati lama yang telah berusia sekitar 35 tahun.

“Dari semua sektor dan aspek, memang sudah waktunya kita membuat pasar baru, yaitu Pasar Induk di area Pasar Melati ini. Semua dokumen sudah kita persiapkan, tinggal dua dokumen lagi yaitu Andalalin dan PBG yang segera kita selesaikan,” kata Sujiwo.

Ia menilai pembangunan pasar induk sangat strategis karena dari sisi pasokan dan permintaan telah memenuhi syarat. Sebagian besar komoditas yang masuk ke Pasar Flamboyan Pontianak selama ini berasal dari Kabupaten Kubu Raya.

“Lebih dari 55 persen hasil kebun, pertanian, perikanan, dan komoditas lainnya di Pasar Flamboyan berasal dari Kubu Raya. Artinya supply sangat aman, dan demand di wilayah ini juga sudah sangat tinggi,” ujarnya.

Sujiwo menambahkan pasar yang direncanakan bukan sekadar pasar tradisional biasa, melainkan konsep pasar modern yang nyaman, tertata, dan ramah masyarakat.

“Kita siapkan benar-benar pasar modern. Ada waterfront city, jogging track, ruang terbuka hijau, tempat bermain anak, dan ruang publik. Jadi masyarakat datang berbelanja dengan nyaman,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani mengatakan pembangunan pasar ditargetkan pada tahun 2027, dengan syarat seluruh dokumen pendukung rampung pada tahun 2026 ini.

“Insyaallah pasar ini dibangun tahun 2027, namun kesiapan dokumen harus diselesaikan tahun 2026. Saat ini 95 persen sudah siap, tinggal dokumen Andalalin dan dilanjutkan PBG,” jelas Norasari.

Ia memastikan seluruh pedagang yang saat ini berada di area pasar lama akan diprioritaskan menempati lokasi baru, serta membuka peluang bagi pedagang dari sembilan kecamatan di Kubu Raya untuk menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di pasar induk tersebut.

Selain pembangunan pasar induk, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga terus melakukan penataan pasar melalui program Bersinar (Bersama Membersihkan Pasar), termasuk relokasi pedagang yang berjualan di lokasi tidak semestinya ke tempat yang lebih layak.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap pembangunan Pasar Induk ini dapat menjadi pusat distribusi perdagangan baru yang modern, tertib, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (DiskominfoKKR/IKP)