Program Mulai Berjalan, Sujiwo Sebut Batu Ampar Bakal Makin Maju
Rabu, 27 Mei 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA – Sejumlah langkah konkret telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menangani dampak pelarangan penebangan mangrove di Kecamatan Batu Ampar. Bupati Kubu Raya Sujiwo memastikan masyarakat khususnya petani arang dan nelayan akan tetap mendapatkan penghidupan yang layak di tengah upaya penyelamatan ekosistem mangrove. Hal itu dikatakan Bupati Sujiwo saat memimpin rapat koordinasi tindak lanjut kunjungan kerja bupati ke Kecamatan Batu Ampar, Selasa (26/5/2026), di Ruang Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya.
Dalam rapat yang dihadiri lengkap wakil bupati, sekretaris daerah, pimpinan perangkat daerah, dan para pihak terkait, Sujiwo menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan perhatian kepada masyarakat Batu Ampar pasca kebijakan pelarangan aktivitas penebangan mangrove.
“Jadi ini wujud keseriusan dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terhadap Desa Batu Ampar pasca kita zero penebangan dan pembabatan mangrove. Ini serius. Bayangkan, semua elemen kita undang dan semuanya berbuat,” ujar Sujiwo.
Ia menjelaskan dari sepuluh langkah konkret yang telah disusun pemerintah daerah, enam hingga tujuh poin di antaranya mulai berjalan dan ditargetkan terealisasi pada Juni mendatang. Bantuan langsung untuk nelayan, misalnya, segera disalurkan. Pemerintah juga telah menyiapkan dukungan bagi pelaku UMKM, pembangunan ruang publik yang dijadwalkan diresmikan pada 20 Juni, hingga percepatan infrastruktur dan program desa mandiri peduli mangrove.
“Untuk nelayannya kita akan langsung bantu bulan Juni. UMKM juga sudah kita siapkan untuk dibantu. Ruang publik tanggal 20 mau kita resmikan. Kemudian percepatan infrastruktur, Desa Mandiri Peduli Mangrove, dan poin-poin lainnya. Ini langkah konkret, kita enggak main-main,” tuturnya menegaskan.
Sujiwo juga meluruskan sebagian informasi yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Di mana, persoalan yang ada di Batu Ampar tidak segenting seperti narasi informasi yang beredar. Ia memaparkan sebanyak 2.320 kepala keluarga telah menerima dana bagi hasil kemitraan dari perusahaan dengan nilai berkisar 2-3 juta rupiah per keluarga. Sementara dari sekitar 400 kepala keluarga yang belum terakomodasi, sebagian di antaranya sudah direkrut melalui program padat karya.
“Kurang lebih hanya tinggal 400-an KK. Dari jumlah itu sebagian sudah direkrut padat karya, lebih dari 200 orang sudah bekerja. Jadi sebenarnya aman-aman saja,” ucapnya.
Lebih jauh, Sujiwo menegaskan perhatian pemerintah terhadap Batu Ampar tidak semata-mata soal penyelamatan mangrove, tetapi juga menyangkut masa depan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi wisata daerah.
“Kita juga didorong untuk berani menjadikan Desa Batu Ampar dengan menggali potensi alamnya sebagai desa tujuan wisata atau destinasi wisata,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah, DPRD, pemerintah provinsi, kementerian terkait, perusahaan, hingga lembaga nonpemerintah.
“Kita akan berkolaborasi dengan DPRD, Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah provinsi, perusahaan-perusahaan, NGO SAMPAN, dan lainnya,” jelasnya.
“Saya yakin dan percaya, bulan Juni nanti saat saya hadir di sana, akan kita wujudkan secara nyata kepedulian, perhatian, cinta, dan kasih sayang pemerintah terhadap Desa Batu Ampar,” pungkasnya. (jek)
 Berita Terbaru
-
Program Mulai Berjalan, Sujiwo Sebut Batu Ampar Ba...
Rabu, 27 Mei 2026 08:13 WIB -
Juleha Siap Eksekusi Sapi Kurban Presiden
Selasa, 26 Mei 2026 11:01 WIB -
Sujiwo: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Tapi Amanah
Selasa, 26 Mei 2026 08:10 WIB -
Keuangan Daerah di Bawah Tekanan, Bupati Sujiwo Aj...
Selasa, 26 Mei 2026 07:23 WIB