Jelang Kemarau Panjang, Bupati Sujiwo Ingatkan Tak Bakar Lahan

Sabtu, 28 Maret 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA – Memasuki masa peralihan menuju musim kemarau yang menurut prakiraan BMKG akan berlangsung cukup panjang, Bupati Kubu Raya Sujiwo kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan. Pesan itu disampaikan Sujiwo usai acara Gema Idulfitri 1447 H di Bundaran Gaforaya, Jumat (27/3/2026) malam. 

“Saya bersama jajaran Forkopimda yang lainnya terus bersinergi. Atas nama pemerintah, kami mohon dengan segala hormat kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri,” ucap Sujiwo.

Ia mengingatkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat luar biasa. Tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu berbagai sektor kehidupan.

“Aktivitas apa pun, ya tidak ada alasan apa pun dengan melakukan aktivitas dengan cara membakar lahan maupun hutan. Sekali lagi dampak dari kebakaran hutan dan lahan sangat luar biasa. Bukan hanya masalah lahan yang terbakar kemudian menimbulkan debu dan asap,” tegasnya.

Sujiwo memaparkan bahwa karhutla dapat melumpuhkan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga investasi. 

“Kalau sudah kabut tebal kemudian karhutla menyebar kemana-mana, sekolah bisa diliburkan. Ini mengganggu pada dunia pendidikan. Kemudian penyakit ISPA dan penyakit-penyakit yang lainnya berarti mengganggu terhadap kesehatan. Penerbangan terhenti maka akan berdampak terhadap pergerakan ekonomi, investasi, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Karena dampaknya yang masif, Sujiwo menyebut penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparatur pemerintah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan karhutla dengan cara menjaga lingkungan.

“Maka ayo kita bersama-sama melawan karhutla dengan cara menjaga. Karena karhutla ini tanggung jawab kita bersama. Masyarakat tidak perlu sampai harus ikut memadamkan. Cukup mematuhi imbauan dari kami untuk tidak melakukan aktivitas dengan membakar lahan dengan alasan apapun,” pungkasnya. (rdw)