Wayang Kulit di Taman Dirgantara, Wabup Sukir: Malam Ini Serasa di Wonogiri

Minggu, 24 Mei 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA – Malam akhir pekan di Taman Dirgantara Lanud Supadio, Sungai Raya, Sabtu (23/5/2026), terasa berbeda. Gamelan bertabuh dan sinden melantun menggema mengiring lakon “Semar Mbangun Khayangan”. Lakon dalam pagelaran wayang kulit semalam suntuk digelar memperingati Hari Lahir ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri.

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menyebut suasana malam itu laksana membawa masyarakat rantau “pulang” ke Wonogiri. Terlebih, pagelaran menghadirkan dalang wanita asal Wonogiri, Jawa Tengah, Nyi Wulan Sri Panjang Mas. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri dalam acara yang dipadukan dengan hiburan campur sari. Masyarakat lintas etnis pun menyesaki kawasan Taman Dirgantara.

Wakil Bupati Sukiryanto mengapresiasi Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri yang dinilainya konsisten menjaga tradisi dan budaya Jawa di perantauan. Dirinya berharap kegiatan seni budaya seperti wayang kulit terus menjadi ruang mempererat persaudaraan antarwarga.

“Kalau bicara malam ini, saya merasa seperti berada di Wonogiri. Semoga paguyuban Jawa di Kalimantan Barat terus menjaga budaya dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Menurut dia, keberagaman suku dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan ruang kepada seluruh etnis untuk mengekspresikan kebudayaannya.

“Walaupun kita hidup di rantau, tidak ada yang membedakan. Ada sekitar 700 suku di Indonesia, itu adalah kekayaan kita bersama. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat mendukung seluruh etnis dan paguyuban yang ada,” katanya.

Sukiryanto menyampaikan salam dari Bupati Sujiwo yang tidak dapat hadir karena agenda kedinasan di Jakarta.

“Beliau menitipkan salam dan permohonan maaf sebesar-besarnya karena ada agenda penting di Jakarta sejak tiga hari lalu. Namun, itu tidak mengurangi rasa hormat pemerintah daerah terhadap kegiatan ini,” tuturnya.

Tak lupa, Sukiryanto mengucapkan selamat atas Hari Lahir ke-17 Paguyuban Giri Mulyo Wonogiri. Dia berharap pagelaran wayang kulit semalam suntuk itu berjalan sukses.

“Atas nama Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, saya mengucapkan selamat dan sukses. Mudah-mudahan acara wayang kulit satu malam suntuk ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.

Lebih lanjut Sukiryanto mengatakan keberadaan paguyuban menjadi perekat sosial di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Kubu Raya. Ia menyebut saat ini terdapat 17 paguyuban yang hidup dan berkembang di Kubu Raya. Kesemuanya berada di bawah naungan Paguyuban Merah Putih.

“Alhamdulillah, dengan dibentuknya Paguyuban Merah Putih, setiap ada persoalan bisa kita dudukkan bersama di atas meja,” ujarnya.

“Hal seperti ini membuka ruang agar kita bisa terus menghidupkan budaya di tanah rantau,” tambahnya.

Lebih jauh pada kesempatan itu, Sukiryanto mengungkapkan pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan anggaran yang cukup berat. Ia mengatakan anggaran transfer keuangan daerah dari pemerintah pusat ke Kabuoaten Kubu Raya mengalami pemotongan hampir Rp400 miliar.

“Tahun ini anggaran kita dipotong kurang lebih Rp397 miliar. Padahal kebutuhan infrastruktur Kubu Raya sangat besar karena wilayah kita luasnya hampir 78 kali lipat Kota Pontianak,” ucapnya.

Meski demikian, dirinya memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen menuntaskan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan poros yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

“Insyaallah di akhir masa jabatan kami, jalan poros akan kami tuntaskan. Panjangnya lebih dari 600 kilometer. Itu menjadi tugas kami bersama Pak Bupati dan seluruh perangkat daerah demi masyarakat Kubu Raya,” tegasnya.(jek)