Rawan Bencana Minim Peralatan, Sujiwo: Ibarat Mau Perang Tak Ada Peluru

Sabtu, 14 Februari 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo memaparkan tiga tantangan bencana yang terus mengancam Kabupaten Kubu Raya: banjir saat musim hujan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau, dan angin puting beliung. Sujiwo mengatakan Kubu Raya menjadi atensi karena terdapat sejumlah objek vital seperti Bandara Internasional Supadio, Markas Kodam XII/Tanjungpura, Lanud Supadio, Markas Brimob, hingga perkantoran pemerintahan termasuk instansi vertikal.

"Kenapa sih kok Kubu Raya terlalu banyak titik apinya? Karena kurang lebih 80 persen lahan gambut se-Kalimantan Barat ada di Kabupaten Kubu Raya. Potensi titik apinya cukup besar,” ujarnya di Sungai Raya, Jumat (13/2/2026).

“Maka itu kita harus selalu siaga dan waspada," lanjutnya menegaskan.

Terkait hal itu, Sujiwo akan memprioritaskan kebijakan anggaran untuk pemenuhan sarana prasarana kebencanaan, termasuk alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan pendukung lainnya yang saat ini dinilai masih minim.

"Kita masih sangat minim peralatan. Ibarat mau berperang, peluru pun tak ada. Maka secara bertahap akan saya penuhi. Ini misi kemanusiaan," jelasnya.

Sujiwo tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemadam kebakaran swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan elemen relawan lainnya yang telah membantu pemerintah daerah menangani bencana. Ucapan apresiasi diiringi pemberian bingkisan itu menurutnya wajib dilakukan sebagai bentuk perhatian dan penghormatan terhadap mereka yang telah berkontribusi untuk daerah.

"Minimal saya harus mengucapkan terima kasih, apresiasi kepada mereka. Perhatian-perhatian kecil seperti itu penuh dengan makna," ucapnya. (rdw)