Pemotongan Dam Haji Tamattu’ Kalbar Dipusatkan di Kubu Raya, Sukiryanto Dukung Pelaksanaan Sesuai Syariah

Sabtu, 23 Mei 2026 | Kubu Raya

Kubu Raya – Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Kalimantan Barat melaksanakan pemotongan hewan Dam Haji Tamattu’ Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Rumah Potong Hewan Ruminansia Jalan Mega Timur, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Sabtu, 23 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto bersama pihak Kanwil Kementerian Haji Provinsi Kalimantan Barat, panitia pelaksana, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Ketua Panitia Dam Tamattu’ FK KBIHU Kalbar, Ahmad Holil mengatakan pelaksanaan pemotongan dam tahun ini menjadi salah satu yang terbesar di Kalimantan Barat dengan total sekitar seribu dam dari jamaah haji se-Kalimantan Barat.

“Untuk hari pertama ini target kita sekitar 350 kambing yang harus segera dipotong dan didistribusikan. Karena daging segar tidak bisa terlalu lama disimpan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendistribusian tahap awal diprioritaskan kepada pondok pesantren, khususnya di wilayah Kubu Raya dan Kota Pontianak. Menurutnya, distribusi dilakukan secara bertahap selama tiga hingga empat hari ke depan. Ahmad Holil menambahkan, seluruh proses penyembelihan dilakukan oleh juru sembelih halal atau JULEHA yang telah memiliki sertifikat resmi.

“Sekitar 24 orang juru sembelih yang terlibat semuanya sudah bersertifikat halal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto mengapresiasi pelaksanaan pemotongan dam yang dipusatkan di Kabupaten Kubu Raya.

Menurutnya, Kubu Raya dipercaya menjadi tuan rumah karena memiliki jumlah pondok pesantren yang cukup banyak sehingga diharapkan distribusi daging dam dapat lebih tepat sasaran dan memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah Kubu Raya diberikan kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan ini. Mudah-mudahan masyarakat dan pondok pesantren bisa menikmati manfaat dari dam yang dibayarkan jamaah haji,” ujar Sukiryanto.

Ia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk dalam proses perizinan hingga pengawasan teknis di lapangan.

“Yang penting sesuai aturan yang berlaku. Alhamdulillah semua didukung dinas terkait dan berjalan lancar,” katanya.

Sukiryanto bahkan menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk mendukung pengembangan tempat pemotongan hewan permanen apabila kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada tahun mendatang.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pembinaan dan Layanan Kanwil Kementerian Haji Provinsi Kalimantan Barat, Maksum Ahmadi mengapresiasi pelaksanaan penyembelihan dam tamattu’ oleh FK KBIHU Kalbar.

Ia menegaskan seluruh proses penyembelihan harus memenuhi syariat Islam, mulai dari pengadaan hewan, pemeriksaan kesehatan ternak, hingga pendistribusian kepada masyarakat.

“Hal ini harus benar-benar dikawal agar sesuai syariah dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Maksum, pelaksanaan dam di tanah air tahun ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Direktorat Jenderal Bina Haji Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang memperbolehkan organisasi masyarakat dan FK KBIHU ikut memfasilitasi penyembelihan dam selain Baznas.

Ia berharap pelaksanaan dam tamattu’ di Kalimantan Barat dapat berjalan lancar serta memberi manfaat luas bagi masyarakat yang membutuhkan. (DiskominfoKKR/IKP)