Lepas 511 Petugas, Wabup Sukir Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026

Kamis, 11 Juni 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto melepas 511 petugas Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (11/6/2026). Para petugas sensus akan melaksanakan pendataan usaha menengah, kecil, mikro, dan rumah tangga di seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Wakil Bupati Sukiryanto mengatakan pelaksanaan sensus ekonomi sangat penting untuk memperoleh gambaran kondisi perekonomian daerah secara akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama BPS baru saja melaksanakan pencanangan dan pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026. Alhamdulillah, sebanyak 511 petugas akan mulai turun ke lapangan pada 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang. Mudah-mudahan melalui sensus ini kita dapat mengetahui kondisi ekonomi daerah secara lebih komprehensif,” kata Sukiryanto seusai pencanangan dan pelepasan petugas sensus.

Sukiryanto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kubu Raya saat ini berada di atas angka 5,30 persen. Capaian tersebut diharapkan bisa terus dipertahankan meskipun kondisi ekonomi global dan nasional masih menghadapi berbagai tantangan.

“Kita bersyukur pertumbuhan ekonomi Kubu Raya masih berada di atas 5,30 persen. Dengan berbagai dinamika ekonomi yang terjadi, kita berharap Kubu Raya tetap mampu mempertahankan pertumbuhan tersebut. Salah satu kekuatan ekonomi kita adalah sektor perkebunan sawit yang didukung sekitar 27 perusahaan serta perkebunan masyarakat,” tuturnya.

Ia menyebut hasil sensus ekonomi nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi pemerintah dalam menentukan arah pembangunan dan strategi peningkatan ekonomi daerah. Hasil dari sensus akan menjadi catatan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah.

“Data yang diperoleh akan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan, perubahan, dan peningkatan pada sektor-sektor yang paling tepat sesuai kondisi saat ini. Dari hasil pendataan inilah nantinya kita dapat menyusun langkah-langkah pembangunan ekonomi Kubu Raya ke depan secara lebih terarah,” paparnya.

Sukiryanto berharap seluruh petugas dapat melaksanakan sensus dengan baik agar menghasilkan data yang akurat dan berkualitas. Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk memperkuat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kubu Raya. Karena itu, dirinya mengajak seluruh jajaran pemerintah kecamatan dan desa untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

“Saya berharap para camat di sembilan kecamatan, kepala desa di 123 desa, termasuk kepala dusun, dan BPD dapat ikut membantu menyukseskan kegiatan ini. Bahkan bila perlu ikut mendampingi petugas di lapangan agar pendataan berjalan lancar dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya,” ucapnya.

Pelaksana Harian Kepala BPS Kabupaten Kubu Raya Supandi menjelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki mekanisme yang berbeda dibandingkan sensus sebelumnya. Pendataan usaha besar yang berlangsung pada 1-30 Juni 2026 dilaksanakan langsung oleh petugas organik BPS, sedangkan pendataan usaha menengah, kecil, mikro, dan rumah tangga dilakukan oleh petugas mitra yang telah mendapatkan pelatihan.

“Sebanyak 511 petugas telah kami siapkan, terdiri dari sekitar 60 orang pengawas atau pemeriksa lapangan dan 451 petugas pencacah lapangan. Mereka akan melakukan pendataan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya selama kurang lebih dua setengah bulan,” jelas Supandi.

Menurutnya, data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya digunakan untuk memetakan aktivitas ekonomi dan potensi investasi daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembaruan data sosial ekonomi masyarakat.

“Melalui sensus ekonomi ini, pemerintah dapat mengetahui sektor usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja, daerah yang memiliki potensi ekonomi yang belum optimal, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat. Harapannya, data yang diperoleh dapat mendukung penyusunan kebijakan pembangunan dan program bantuan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang,” pungkasnya. (rdw)