Kolaborasi Pusat-Daerah Bangun Jalan Lingkar

Kamis, 12 Februari 2026 | Kubu Raya

Kubu Raya - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mendampingi Anggota Komisi V DPR RI Yuliansyah dalam kunjungan kerja ke Jalan Poros Durian–Pasak Piang, Kamis, 12 Februari 2026. Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat Chandra Syah Parmance, jajaran pemerintah daerah, unsur kecamatan, serta para kepala desa.

Peninjauan dilakukan di ruas jalan lingkar yang menghubungkan Desa Durian menuju Pasak Piang dan tembus ke Desa Korek. Jalan sepanjang kurang lebih 44 kilometer tersebut direncanakan menjadi outering route yang terkoneksi langsung ke Jalan Trans Kalimantan.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan pembangunan jalan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang memprioritaskan konektivitas dan penguatan pergerakan ekonomi daerah.

“Pertama, kami ingin menyelaraskan dengan konsepnya Pak Presiden Prabowo yang memprioritaskan jalan-jalan yang memiliki konektivitas dan mendukung pergerakan ekonomi. Ini salah satu jalan yang memang menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Menurutnya, apabila seluruh ruas jalan tersebut terkoneksi secara penuh, dampaknya akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan. Selain membuka akses antar desa, jalur tersebut juga akan mendukung aktivitas perkebunan, pertanian hortikultura, hingga pergerakan Koperasi Desa Merah Putih di Pasak Piang.

“Kalau ini sudah menjadi outering route dan terbangun utuh, kita pastikan pergerakan ekonomi akan luar biasa dan perkembangannya sangat pesat,” katanya.

Sujiwo mengakui keterbatasan kemampuan APBD Kabupaten Kubu Raya untuk menuntaskan seluruh pembangunan jalan tersebut. Saat ini, masih terdapat kekurangan pembiayaan sekitar 13 kilometer pada salah satu ruas, sementara ruas Korek–Pasak masih dalam proses penghitungan kebutuhan anggaran. Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah pusat melalui APBN dan sinergi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Inilah kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Kami berharap tahun depan sudah bisa maksimal, selambat-lambatnya sudah nyambung,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa untuk aspek pembebasan lahan telah tuntas 100 persen, sehingga tidak ada kendala dari sisi ketersediaan badan jalan. Pemerintah daerah kini fokus menyiapkan kelengkapan administrasi seperti DED, readiness criteria, dan dokumen pendukung lainnya agar pengusulan dapat diproses tanpa hambatan.

Anggota Komisi V DPR RI, Yuliansyah, menyatakan pemerintah pusat melalui APBN pada prinsipnya siap mendukung percepatan pembangunan jalan tersebut. Ia menilai jalan lingkar ini penting untuk membuka keterisolasian wilayah serta mengurai kemacetan di jalur utama Trans Kalimantan.

“Kalau jalan ini hanya separuh-separuh tentu tidak bermanfaat. Harus dituntaskan supaya bisa dimanfaatkan masyarakat Kecamatan Sungai Ambawang, khususnya masyarakat desa Durian, Pasak Piang, dan Korek,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat sektor pertanian, ekonomi, pendidikan, serta mendukung pengembangan koperasi di daerah.

Sementara itu, Kepala BPJN Kalbar, Chandra Syah Parmance menegaskan pihaknya siap mendukung usulan pemerintah daerah sepanjang seluruh persyaratan teknis dan administrasi terpenuhi.

“Kita ini bukan superman, tapi superteam. Kolaborasi itu penting. Readiness criteria seperti DED, dokumen lingkungan, dan kepastian lahan harus clear. Kemudian tematiknya juga harus jelas, apakah konektivitas, pangan, atau kawasan. Kalau itu terpenuhi, tentu menjadi prioritas,” katanya menjelaskan.

Dengan sinergi lintas pemerintah tersebut, pembangunan Jalan Poros Durian–Pasak Piang diharapkan segera terealisasi penuh dan menjadi jalur strategis baru yang memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kubu Raya. (DiskominfoKKR/IKP)