Hadapi 147 Titik Karhutla, Pemkab Kubu Raya Optimalkan Penanganan Bersama

Senin, 27 Juli 2026 | Kubu Raya

Kubu Raya - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mengintensifkan penanganan kebakaran lahan yang hingga kini telah mencapai 147 titik di berbagai wilayah. Upaya tersebut dilakukan bersama TNI, Polri, BPBD, serta relawan pemadam kebakaran yang terus bekerja tanpa mengenal waktu untuk mengendalikan penyebaran api di tengah medan yang sulit dan keterbatasan sarana.

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan sebagian besar kejadian yang terjadi merupakan kebakaran lahan, bukan kebakaran hutan. Menurutnya, seluruh personel yang bertugas di lapangan telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

"Upaya yang dilakukan petugas sudah luar biasa. Mereka berangkat sejak subuh dan baru kembali keesokan harinya. Mereka harus menghadapi asap pekat, debu, dan kelelahan dengan waktu istirahat yang sangat terbatas," ujar Sujiwo, Senin, 27 Juli 2026.

Sujiwo mengaku bangga sekaligus terharu melihat semangat personel BPBD, TNI, Polri, hingga relawan pemadam kebakaran swasta yang terus berjibaku memadamkan api. Ia mengatakan bahwa kolaborasi seluruh unsur menjadi kekuatan utama dalam menangani kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya.

Meski demikian, ia menyayangkan masih adanya oknum yang membuka lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut dinilai menjadi penyebab terus bertambahnya titik api sehingga menyulitkan upaya pemadaman yang telah dilakukan oleh petugas.

Selain faktor ulah manusia, kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan, bahkan minim sumber air sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar.

Dalam beberapa kejadian, kendaraan operasional pemadam bahkan dilaporkan terjebak hingga amblas di lokasi.

"Bayangkan, ketika titik api berada di lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan atau tidak memiliki sumber air, proses pemadaman menjadi sangat berat. Bahkan beberapa kendaraan operasional sempat amblas saat bertugas," katanya.

Sebagai kepala daerah, Sujiwo menegaskan akan terus hadir bersama para petugas dalam upaya pengendalian kebakaran lahan. Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara maksimal demi melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda Kalimantan Barat, Danlanud Supadio, jajaran TNI-Polri, BPBD, serta seluruh relawan pemadam kebakaran swasta yang telah memberikan dukungan penuh dalam penanganan kebakaran lahan di Kabupaten Kubu Raya.

Lebih lanjut, Sujiwo mengatakan meskipun sejumlah titik api telah berhasil dikendalikan, seluruh pihak tidak boleh lengah. Ia meminta BPBD bersama seluruh unsur terkait tetap memprioritaskan penanganan pada titik-titik yang berpotensi menimbulkan asap paling besar agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Sujiwo juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kerja keras petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat.

"Saya memohon kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Kubu Raya, agar menahan diri untuk tidak membakar lahan. Kasihani masyarakat, kasihani negara. Sehebat apa pun upaya petugas di lapangan, jika masih ada oknum yang terus melakukan pembakaran, maka hasilnya tidak akan pernah maksimal," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan akan terus memperkuat sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan kebakaran lahan. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menekan jumlah titik api serta mengurangi dampak kabut asap selama musim kemarau. (DiskominfoKKR/IKP)