Diresmikan Presiden, Kopdes Rasau Jaya I Jadi kompetitor Ritel Modern

Minggu, 17 Mei 2026 | Berita Pimpinan
PROKOPIM KUBU RAYA- Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Rasau Jaya I, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, menjadi salah satu dari 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026). Peresmian ini menandai dimulainya babak baru penguatan ekonomi desa, di mana koperasi ini akan menjadi pusat ekonomi masyarakat di desa-desa dan kelurahan-kelurahan. Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto optimistis Kopdes Rasau Jaya I akan mampu bersaing dengan jaringan ritel modern.

Peresmian KDKMP dilakukan serentak secara nasional di 1.061 titik di seluruh Indonesia oleh Presiden secara daring dari Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Usai kegiatan, Wakil Bupati Sukiryanto menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran Koperasi Desa Merah Putih di Kubu Raya. Menurutnya, koperasi tersebut bukan sekadar simbol program pemerintah pusat, tetapi juga peluang besar bagi masyarakat desa untuk membangun kemandirian ekonomi.

“Ada 1.061 koperasi yang diresmikan serentak. Untuk Kalimantan Barat, kita di Rasau Jaya ini Alhamdulillah tempatnya luas. Mudah-mudahan nanti betul-betul bermanfaat,” harap Sukiryanto.

Ia menekankan keyakinannya bahwa koperasi desa memiliki peluang besar untuk bersaing dengan jaringan minimarket modern. Terutama bila didukung sistem distribusi dan pemasok barang yang tepat.

“Artinya bisa bersaing, terutama dengan Indomaret dan Alfamart. Saya yakin kalau dibina dengan supplier yang tepat, kita bisa lebih kuat atau paling tidak mampu bersaing,” ujarnya.

Sukiryanto juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan khusus, termasuk terkait pajak, agar koperasi desa memiliki daya saing harga di tengah masyarakat.

“Kalau memang Koperasi Desa Merah Putih ini tidak kena PPN, tentu selisih harga bisa hampir sebelas persen. Ini harapan kita bersama,” katanya.

Sukiryanto menyebut kehadiran KDKMP merupakan bagian dari Asta Cita Presiden yang bertujuan memperkuat ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa. Ia berharap seluruh desa di Kabupaten Kubu Raya dapat segera memiliki koperasi serupa.

“Kita kurang lebih ada 123 desa. Mudah-mudahan semua desa bisa terpenuhi, bisa ada, dan bisa dibangun. Kemudian supply-nya juga lancar. Saya yakin koperasi ini bisa bersaing,” tuturnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan bersikap proaktif dalam mendukung keberlangsungan koperasi tersebut. Termasuk melibatkan berbagai pihak agar kebutuhan barang dan distribusi tetap terjaga.

“Pemerintah harus proaktif, provinsi maupun kabupaten tetap mendukung. Mungkin Perumda juga ikut andil dalam menyukseskan. Kalau ada barang-barang yang tidak lengkap, tentu itu menjadi tugas kami untuk melengkapinya,” kata Sukiryanto.

Sukiryanto berharap Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya menjadi pusat perdagangan desa, tetapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat desa. 

“Menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu menopang kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang usaha baru di tingkat lokal,” harapnya.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan peresmian 1.061 KDKMP dalam kurun waktu tujuh bulan merupakan tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Di mana nantinya KDKMP akan menjadi pusat ekonomi masyarakat di desa dan kelurahan.

“Tidak akan ada lagi petani yang bingung untuk memasarkan hasil panennya, tidak akan ada lagi petani yang bingung untuk membeli pupuk subsidi, dan tidak ada lagi petani yang nantinya terjerat utang kredit,” tuturnya. 

Presiden mengatakan hadirnya KDKMP menjawab persoalan dasar kebutuhan masyarakat. Seperti sembako murah, pupuk subsidi, bantuan pemerintah, kredit murah untuk masyarakat, penyerapan hasil panen petani, hingga layanan logistik yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

“Dengan KDKMP kita yakini, bahwa pertumbuhan ekonomi akan nyata dan maju. Tiap-tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana, karena mereka akan memiliki kekuatannya sendiri,” ucapnya.

Presiden menegaskan bahwa KDKMP adalah milik bersama dan akan menjadi kekuatan bersama. Ekonomi Indonesia, ujarnya, dibangun di atas dasar kekeluargaan. 

“Artinya yang kuat tarik yang lemah, yang kaya bantu yang miskin. Pengusaha kuat, koperasi kuat, UMKM kuat. Ini yang ingin kita bangun,” tegasnya. (jek)