Balai Bahasa Tunjuk Kubu Raya Sebagai Daerah Pertama Memasifkan Bahasa Ibu
Kamis, 05 September 2024 | Kalbar
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat menunjuk Kubu Raya sebagai daerah pertama melestarikan bahasa daerah, setelah Kota Pontianak dan Sanggau.
Dalam memasifkan bahasa daerah ini, Balai Bahasa Kalbar menyiapkan 251 partisipan yang terdiri atas guru dan sastrawan.
“Harapan kami di tahun ini mungkin lebih dari 100 ribu orang yang akan terlibat dalam kegiatan FTBI. Ada tiga daerah yang sedang massif FTBI ini, seperti Kubu Raya, Pontianak, dan Sanggau. Daerah pertama kali yang mendapatkan program ini adalah Kubu Raya,” ucap, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar, Anang Santosa, usai menghadiri puncak gerakan seniman masuk sekolah (GSMS) dan pembukaan festival tunas bahasa ibu (FTBI) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (4/9/2024).
FTBI bagian dari program Kemenristekdikbud dengan leading sektornya badan bahasa yang menargetkan kaum muda yang berada di daerah untuk mengimplementasikan bahasa ibu atau bahasa daerah.
“Jadi mereka (kaum muda) itu pewaris. Penutur bahasa selanjutnya, kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena ini bentuk kerjasama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Sementara Sekda Kubu Raya, Yusran Anizam mengatakan upaya pelestariaan bahasa daerah, kesenian dan budaya perlu melibatkan element masyarakat. Agar dapat terus berkembang dan meningkat maka pemahaman kepada tunas-tunas bangsa perlu dimasiffkan. “Karena disinilah karakter bangsa kita. Diakui, dilihat secara global dan ini modal awal kita membentuk generasi unggul untuk anak-anak kita,”jelasnya.
Sumber: InfoPublik
 Berita Terbaru
-
Juleha Siap Eksekusi Sapi Kurban Presiden
Selasa, 26 Mei 2026 11:01 WIB -
Sujiwo: Jabatan Bukan Sekadar Posisi, Tapi Amanah
Selasa, 26 Mei 2026 08:10 WIB -
Keuangan Daerah di Bawah Tekanan, Bupati Sujiwo Aj...
Selasa, 26 Mei 2026 07:23 WIB -
Sapi Limosin Bantuan Presiden Diserahkan di Masjid...
Selasa, 26 Mei 2026 04:19 WIB