Apresiasi Perayaan Imlek di Gaforaya, Hamdan Puji Kepemimpinan Bupati Sujiwo

Selasa, 17 Februari 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA – Malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Bundaran Gaforaya, Rabu (16/2/2026) malam, menjadi panggung apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, khususnya dalam merawat kebersamaan lintas budaya. Tokoh masyarakat Tionghoa sekaligus Anggota DPRD Kubu Raya Hamdan menilai kepemimpinan Bupati Sujiwo mampu menghadirkan semangat persatuan dan energi baru pembangunan bagi seluruh lapisan masyarakat. Momentum Imlek, kata dia, menjadi titik awal menghadirkan energi dan semangat baru untuk memperkuat persatuan serta mendukung pembangunan daerah.

"Perayaan Imlek bukan sekadar tradisi budaya, melainkan simbol harapan bersama untuk melangkah lebih baik," ujar Hamdan.

Ia menilai semangat kebersamaan yang tercermin dalam perayaan tersebut menjadi kekuatan penting bagi masyarakat untuk terus bergerak maju. Menurutnya, energi baru yang lahir dari momentum Imlek harus diarahkan pada upaya bersama membangun Kabupaten Kubu Raya, sejalan dengan berbagai program pemerintah daerah.

"Masyarakat Tionghoa sangat mengapresiasi Bupati Sujiwo yang mampu menjadi figur pemersatu bagi seluruh golongan masyarakat. Perayaan Imlek ini adalah bentuk kita mengharapkan suatu energi, semangat baru. Artinya, kita bersama untuk membangun, khususnya di Kabupaten Kubu Raya, dengan mendukung program-program bupati kita,” kata Hamdan.

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah daerah dalam perayaan lintas budaya tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam merawat kebersamaan.

"Peran kepala daerah sebagai orang tua bagi seluruh golongan, menjadi simbol penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman," ucapnya.

Lebih lanjut, Hamdan mengimbau masyarakat Tionghoa maupun kelompok masyarakat lainnya agar terus menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati dalam setiap kegiatan sosial maupun budaya. Ia menilai sinergi antarwarga menjadi kunci terciptanya kehidupan yang rukun dan damai.

“Tentu saya imbau masyarakat Tionghoa, mungkin ada event-event atau acara-acara, kita harus saling menghargai, menghormati, dan bertoleransi. Artinya, bersama-sama dalam mencakup acara-acara agar bisa bersinergi,” tuturnya. (jek)