Apel Siaga Pererat Kekompakan dan Pelayanan Publik

Jumat, 13 Februari 2026 | Kubu Raya

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan penguatan ikatan emosional antara pimpinan dan pasukan dalam menjalankan tugas pelayanan publik dan penanggulangan bencana. Hal itu disampaikannya seusai memimpin apel pagi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dilanjutkan dengan apel bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Kabupaten Kubu Raya, Jumat, 13 Februari 2026.

Dalam keterangannya, Sujiwo menyebut apel tersebut tidak hanya sebagai apel siaga, tetapi juga momentum silaturahmi untuk membangun kedekatan (bonding) antara dirinya sebagai kepala daerah dengan seluruh anggota Satpol PP, BPBD, dan Damkar.

Menurutnya, ikatan emosional yang kuat akan memudahkan proses komunikasi, pembinaan, serta pelaksanaan tugas di lapangan. Ia menjelaskan, kegiatan apel juga diiringi pemberian bingkisan sembako sebagai bentuk perhatian kepada anggota, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Bantuan tersebut, kata dia, tidak bersumber dari APBD, melainkan dari kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak, guna membantu meringankan kebutuhan rumah tangga para petugas.

Selain itu, Sujiwo juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan personel, termasuk pemberian tambahan penghasilan bagi petugas yang melaksanakan tugas di luar jam kerja atau hari libur, serta dukungan perlengkapan kerja.

Menurutnya, perhatian tersebut penting agar para petugas semakin semangat dalam menjalankan tugasnya. Pada kesempatan tersebut, Sujiwo turut menyampaikan apresiasi kepada para relawan kebencanaan, Damkar swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta seluruh elemen yang selama ini terlibat dalam penanganan bencana di Kabupaten Kubu Raya.

Ia menilai para relawan merupakan sosok yang ikhlas mengabdikan tenaga, waktu, dan pikirannya demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Kabupaten Kubu Raya memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir saat musim hujan, kebakaran hutan dan lahan saat kemarau, hingga angin puting beliung pada waktu tertentu.

Selain itu, keberadaan objek vital nasional seperti bandara dan pusat pemerintahan di wilayah sekitar menjadikan kesiapsiagaan semakin penting.

“Kita harus selalu siaga dan waspada. Kubu Raya memiliki banyak lahan gambut yang rawan titik api, sehingga seluruh unsur harus bergerak bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana,” tegasnya.

Ke depan, Sujiwo juga berencana mengumpulkan ratusan relawan kebencanaan dalam satu kegiatan apel bersama menjelang Ramadan sebagai bentuk penghargaan dan perhatian dari pemerintah daerah. Ia berharap perhatian tersebut dapat menambah semangat para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sujiwo menutup dengan menegaskan bahwa kepemimpinannya dibangun tanpa sekat antara pemerintah dan masyarakat. Ia ingin hadir, merasakan, dan berjuang bersama rakyat serta seluruh aparatur yang telah mengabdikan diri untuk Kabupaten Kubu Raya.

“Saya ingin tertawa dan menangis bersama rakyat, bersama ASN, dan bersama pasukan saya. Dengan ikatan emosional yang kuat, kita akan lebih mudah bekerja, saling menguatkan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya. (DiskominfoKKR/IKP).