Waspada Hepatitis Akut, Ahli Epidemiologi Minta Segerakan Deteksi Dini
Jumat, 06 Mei 2022 | Kalbar
Kalbar - Ahli Epidemiologi Poltekkes Pontianak Malik Saepudin meminta pemerintah daerah mewaspadai penyakit Hepatitis akut yang tengah melanda di sejumlah daerah di Indonesia. Penyakit ini banyak menyerang anak-anak dan belum diketahui penyebabnya.
Menurut Malik, kewaspadaan terhadap penyakit ini semakin meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta meninggal dunia dalam waktu yang berbeda dengan rentang dua pekan terakhir hingga 30 April 2022.
"Meskipun laporan itu belum menyertakan keterangan hasil laboratorium hepatitis A,B,C dan E pada ke tiga kasus yang ditemukan. Namun kita harus nyalakan alarm kewaspadaan dengan menetapkan Hepatitis ini sebagai Kejadian luar biasa," katanya, Jumat (06/04/2022).
"Provinsi Kalimantan Barat perlu mengantisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan atas kemunculan kasus hepatitis akut di Jakarta, karena, wilayah Kalbar secara ekologis rentan terhadap penularan dan penyebaran kasus hepatitis ini, hal ini mengingat Kalbar mempunyai akses trasnportasi udara sangat mudah dan cepat dengan wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, serta sejumlah wilayah perkotaan di beberapa negara asia seperti Singapura," sambungnya.
Lebih lanjut Malik mengungkapkan, belajar dari pengalaman penangan Pandemi Covid-19, Pemprov Kalbar pemProv Kalbar bersama pemerintah pusat dapat melakukan deteksi dini dengan baik. Untuk itu diperlukan ketersedian sarana pemeriksaan adenovirus pada Laboratorium kesehatan Kalbar dan RSUD Sudarso sebagai pusat rujukan pengobatan di Kalbar.
"Juga diperlukan kesiagaan tenaga kesehatan dan berbagai terapi dasar. Termasuk penyuluhan kesehatan pada masyarakat luas. Perlu langkah-langkah pencegahan yang nyata, karena virus ini diduga menular melalui saluran napas dan saluran cerna. Untuk menjaga saluran napas bisa dilakukan seperti protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Untuk menjaga saluran cerna, bisa mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan minum, memastikan makan dan minuman matang, serta tidak menggunakan alat makan bersama, serta jangan kontak dengan orang yang sakit," ujarnya.
"Orangtua diimbau agar mewaspadai gejala awal tersebut sebelum mengarah ke hepatitis. bila sudah parah maka anak akan memerlukan transplantasi hati," timpal Malik.
 Berita Terbaru
-
Bupati Sidak Pasar Jelang Imlek dan Ramadan
Minggu, 15 Februari 2026 05:39 WIB -
Bupati Soroti Lonjakan Sembako di Pasar Bahagia
Sabtu, 14 Februari 2026 04:35 WIB -
Bupati Sujiwo Carikan Solusi Keluhan Pedagang Pasa...
Sabtu, 14 Februari 2026 04:25 WIB -
Pemkab Mulai Tata Areal Simpang WBA Kuala Dua
Sabtu, 14 Februari 2026 04:14 WIB