Menko Pangan ke Kubu Raya, Pastikan Pupuk Aman dan Harga Gabah Naik

Sabtu, 06 Juni 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA — Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menyambut gembira kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kabupaten Kubu Raya, Jumat (5/6/2026). Usai mendampingi Menteri Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, dalam acara rembuk tani di Lahan Kelompok Tani (Poktan) Sungai Raya, Sukiryanto menyebut kunjungan itu memberikan motivasi besar bagi puluhan ribu petani di Kabupaten Kubu Raya. Terlebih Menteri Zulhas menyampaikan komitmen negara dalam menjaga ketersediaan pupuk dan stabilitas harga gabah di tingkat petani.

"Alhamdulillah, barusan kita kehadiran Bapak Menko Bidang Pangan beserta jajarannya. Saya lihat seluruh pendamping dan stakeholder terkait hadir. Ini tentu menjadi motivasi bagi para petani kita," kata Sukiryanto.

Sukiryanto mengatakan salah satu kabar baik yang disampaikan dalam acara rembuk tani adalah terkait ketersediaan pupuk yang saat ini dinilai aman dan terkendali. Hal itu menjadi penyemangat bagi sekitar 44 ribu petani di Kubu Raya yang menjadi tulang punggung sektor pertanian daerah. Bahkan, Direktur PT Pupuk Indonesia turut hadir untuk memastikan distribusi pupuk berjalan lancar. Rembuk tani dihadiri perwakilan kelompok-kelompok tani yang menyampaikan berbagai kondisi dan perkembangan sektor pertanian secara langsung kepada Menteri Zulhas.

"Mudah-mudahan dengan hadirnya beliau dan penjelasan yang disampaikan, para petani semakin yakin bahwa harga pupuk sudah stabil dan stok pupuk tersedia. Tidak ada kekurangan pupuk, begitu juga harga terus dijaga," ujarnya.

Selain persoalan pupuk, rembuk tani juga membahas perkembangan harga gabah yang dinilai semakin menguntungkan petani. Dalam laporan yang disampaikan kepada Menko Pangan, harga gabah di tingkat petani kini telah mencapai Rp7.000 per kilogram. Menurut Sukiryanto, kondisi tersebut menunjukkan adanya perbaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Stabilitas harga dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong produktivitas pertanian.

"Tadi juga langsung dilaporkan kepada Pak Menteri bahwa harga gabah sekarang mencapai Rp7.000. Artinya sudah tidak ada masalah dan ini menunjukkan adanya capaian yang baik," terangnya.

Ia menambahkan, capaian sektor pertanian di Kalimantan Barat sejauh ini menunjukkan tren positif. Sehingga, pemerintah daerah semakin optimistis karena realisasi yang ada saat ini masih berada pada tahap awal triwulan.

"Ini merupakan keberhasilan yang patut kita syukuri. Namun ini baru awal triwulan. Mudah-mudahan ke depan target yang telah ditetapkan pemerintah, baik nasional maupun Kalimantan Barat, dapat tercapai sesuai harapan," ucap Sukiryanto.

Sukiryanto menyebut kunjungan Menko Bidang Pangan sebagai wujud sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Khususnya di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, kepastian pupuk dan terjaganya harga gabah menjadi modal penting untuk menjaga semangat petani dalam meningkatkan produksi pangan.

"Semoga ini menjadi penyemangat bagi seluruh petani kita untuk terus berproduksi dan bersama-sama mewujudkan ketahanan pangan yang kuat," harap Sukiryanto.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Kalimantan Barat kini berjalan lebih cepat setelah pemerintah memangkas rantai birokrasi distribusi melalui penyederhanaan tata kelola pupuk subsidi.

“Pupuk harus sudah ada sebelum waktu tanam. Karena itu kita ubah semua aturan, Presiden Prabowo mendukung penuh melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan menjadi Perpres 113 Tahun 2025," kata Menteri Zulhas.

Ia menegaskan pemerintah hendak memastikan pupuk telah tersedia sebelum musim tanam dimulai. Sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.

“Harga pupuk masih diskon 20 persen. Ketika harga pupuk dunia naik, kita justru memberikan subsidi lebih besar. Ini bentuk perhatian Presiden untuk mendukung swasembada pangan,” tegasnya. (jek)