Keutamaan Idul Fitri Bagi Orang Yang Berpuasa
Selasa, 03 Mei 2022 | Kubu Raya
Kubu Raya - Dengan berkumandangnya takbir dan tahmid, umat islam sejak ba’da shalat Maghrib di hari terakhir puasa, maka semua umat muslim melepaskan kepergian bulan ramadan dengan menyambut 1 Syawal 1443 H. Sehingga dengan dilepaskannya bulan ramadan dan penyambutan bulan syawal, maka terpenuhilah keutamaan Idul Fitri bagi orang berpuasa yang terjadi dalam suasana gembira.
“Selama bulan Ramadhan, jiwa, ruh, dan hati umat islam benar-benar telah terasah dengan amal-amal kebajikan, sehingga hati mereka yang merupakan wadah ketakwaan semakin terbuka lebar dan luas guna lebih mengembangkan dan meningkatkan kualitas takwa yang sudah diperoleh selama beribadah di bulan ramadan, dan mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh allah untuk bertakwa”, kata ustad muhammad haekal awla saat memberikan khutbah Idul Fitri di halaman kantor bupati Kubu Raya, Senin (2/5/2022) pagi.
Menurut ustad haekal, adapun tujuan dari puasa adalah untuk menjadikan orang-orang yang melakukannya menjadi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Sebagaimana firman allah swt dalam surat al-baqarah ayat 183: “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu sekalian dapat bertaqwa”, ujarnya.
Ustad haekal menyampaikan, Idul Fitri adalah hari kemenangan besar yang mengembalikan manusia pada fitrahnya (kesuciannya) dimana jiwa kembali bersih karena dibasuh dengan ibadah, fitrah dan saling memaafkan serta rezeki yang kita miliki telah dicuci pula dengan zakat.
“Kembali kepada kesucian artinya dengan merayakan Idul Fitri ini umuat muslim di selururuh dunia mendeklarasikan kesuciannya dari berbagai dosa sebagai buah dari ibadah sepanjang bulan ramadan”, ucapnya
Ustad Haekal menjelaskan, pada momen Idul Fitri inilah, manusia yang taat pada takdir allah swt meyakini tibanya kembali fitrah diri yang kerap diimajinasikan dengan ungkapan kala itu seperti terlahir kembali.
“Bila kita bersedia menerima fitrah yang ada di hari besar ini serta menerjemahkan dengan pikiran dan bahasa sederhana, idul fitri merupakan momentum bagi manusia untuk langkah awal menuju kehidupan lebih baik. kembali kepada fitrah berarti kembali kepada jati diri sebagai hamba allah swt yang muslim, hamba allah swt yang memakmurkan kehidupan, hamba allah swt yang tidak egois dan tidak arogan”, tuturnya.
Menurutnya, jika seorang muslim selama sebulan berpuasa, shalat tarawih, baca al-quran, shalat di masjid. namun, setelah selesai bulan puasa tidak lagi shalat, memusuhi masjid dan memusuhi Al-Qur’an, maka hikmah ibadah puasanya belumlah sempurna.
“Dengan menyambung tali hubungan baik dengan sesama manusia yang ditandai dengan masing-masing pribadi berani mengakui kesalahan dirinya dan berani meminta maaf kepada orang yang lebih muda usianya dan lebih rendah pangkat dan derajatnya, kehidupan masyarakat nampak rukun dan damai”, jelasmya.
 Berita Terbaru
-
Bupati Sidak Pasar Jelang Imlek dan Ramadan
Minggu, 15 Februari 2026 05:39 WIB -
Bupati Soroti Lonjakan Sembako di Pasar Bahagia
Sabtu, 14 Februari 2026 04:35 WIB -
Bupati Sujiwo Carikan Solusi Keluhan Pedagang Pasa...
Sabtu, 14 Februari 2026 04:25 WIB -
Pemkab Mulai Tata Areal Simpang WBA Kuala Dua
Sabtu, 14 Februari 2026 04:14 WIB