Gelar Operasi Pasar Gas Melon, Bupati Ingatkan Pangkalan Jual Sesuai Aturan

Kamis, 29 Januari 2026 | Berita Pimpinan

PROKOPIM KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau pelaksanaan operasi pasar elpiji tiga kilogram bersubsidi di halaman Kantor Camat Sungai Kakap, Rabu (28/1/2026). Operasi pasar digelar untuk menstabilkan harga dan mengantisipasi kelangkaan terutama menjelang bulan Ramadan. Dalam peninjauan, Bupati Sujiwo merespons langsung keluhan masyarakat mengenai harga elpiji tiga kilogram atau gas melon yang melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Terutama di wilayah-wilayah yang seharusnya tidak diperbolehkan.

"(Operasi pasar) Menyikapi adanya kelangkaan di beberapa titik, meskipun belum parah kelangkaannya. Tapi dengan adanya keluhan masyarakat tentang tingginya harga elpiji bersubsidi, maka operasi pasar kita lakukan. Karena dapat kita temukan di pangkalan-pangkalan ada yang jual di atas harga eceran tertinggi Rp18.500. Ada yang jualnya Rp19.000, ada yang Rp20.000, bahkan ada yang Rp21.000,” jelas Sujiwo.

Sujiwo menuturkan adanya ketentuan terkait penerapan HET berdasarkan jarak lokasi pangkalan dari depot pengisian. Pangkalan dengan radius 60 kilometer ke bawah dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), tidak diperbolehkan menjual di atas harga eceran tertinggi.

“Kecuali yang memang jaraknya lebih, misalnya ke daerah Kubu, Terentang, Batu Ampar, Padang Tikar. Nah, di sana boleh, itu pun ada rumusannya. Jadi HET di sana Rp24.000,” sebutnya.

“Yang di sekitar Sungai Kakap, Sungai Raya, Rasau Jaya, Ambawang, dan sekitarnya, karena radiusnya di bawah 60 kilometer, itu harga mati. Pangkalan harus menjual Rp18.500,” lanjutnya menegaskan.

Untuk mengantisipasi dinamika terkait gas elpiji bersubsidi, Sujiwo mengungkapkan pemerintah kabupaten membentuk satuan tugas (Satgas) dan melaksanakan operasi pasar.

"Nah, makanya ini yang saya temukan, sekarang kita lagi buat Satgas. Makanya target kita akan melakukan operasi pasar menjelang Ramadan ini sebanyak 50.000 ribu tabung. Yang sekarang ini baru 10.640 tabung," ungkapnya.

Sujiwo memaparkan tiga tujuan utama dari operasi pasar, yakni menstabilkan harga, mengantisipasi kelangkaan elpiji bersubsidi, dan membantu masyarakat yang tidak mampu.

"Sudahlah mereka susah, dia tidak mampu, kadang-kadang gas pun tidak dapat. Kan kasihan mereka. Maka tugasnya kami (sebagai) negara harus hadir kepada masyarakat yang lemah seperti ini,” ujarnya.

Pada operasi pasar di halaman Kantor Camat Sungai Kakap, Sujiwo secara pribadi memberikan tambahan subsidi senilai Rp3.500 untuk warga kurang mampu.

"Secara pribadi saya subsidi Rp3.500. Jadi masyarakat yang tidak mampu ini cukup membayar Rp15.000," pungkasnya. (rdw)