Bupati Sujiwo Subsidi LPG, Warga Tebus Rp15 Ribu
Jumat, 30 Januari 2026 | Kubu Raya
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kubu Raya kembali melaksanakan operasi pasar penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi. Kali ini, penyaluran dilakukan di Kecamatan Rasau Jaya pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Kuala Mandor B dan Sungai Kakap.
Operasi pasar tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. LPG 3 kilogram dijual dengan harga Rp18.500 per tabung sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), namun mendapat subsidi langsung dari Bupati Kubu Raya sebesar Rp3.500, sehingga warga hanya membayar Rp15.000 per tabung.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan operasi pasar LPG bersubsidi dilaksanakan secara bertahap di sembilan kecamatan di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
“Operasi pasar ini kita laksanakan di sembilan kecamatan secara proporsional. Target kita sebenarnya 50.000 tabung, tetapi saat ini yang baru disetujui Pertamina sebanyak 10.640 tabung. Kita jual Rp18.500 dan saya subsidi secara pribadi Rp3.500, sehingga masyarakat hanya membayar Rp15.000,” ujar Sujiwo.
Menurut Sujiwo, operasi pasar ini memiliki beberapa tujuan utama, yakni menstabilkan harga LPG 3 kilogram, meminimalkan potensi kelangkaan, serta membantu masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas bersubsidi.
“Tujuan utamanya untuk menstabilkan harga, menekan kelangkaan, dan tentu membantu masyarakat. Persoalan LPG subsidi ini jangan dianggap sepele, karena bisa berdampak pada gejolak sosial,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sujiwo turut didampingi oleh unsur Forkopimda, termasuk Dandim dan Kapolres, guna memastikan penyaluran berjalan aman dan tepat sasaran. Bupati Sujiwo juga menyoroti praktik penjualan LPG 3 kilogram di atas HET oleh sejumlah pangkalan. Ia menegaskan bahwa pangkalan dilarang menjual LPG bersubsidi melebihi harga Rp18.500, kecuali di daerah tertentu yang diperbolehkan adanya tambahan ongkos distribusi sesuai ketentuan.
“Kalau pangkalan jual Rp20.000 atau Rp21.000, itu sudah menyalahi aturan. Bagi masyarakat kecil, terutama ibu-ibu, selisih Rp2.500 sampai Rp3.000 itu sangat berarti,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa rantai distribusi yang tidak terkendali kerap menyebabkan harga LPG melonjak di tingkat pengecer, bahkan mencapai Rp27.000 hingga Rp35.000 per tabung di beberapa wilayah.
“Kasihan masyarakat. Ini jelas peruntukannya untuk masyarakat miskin. Pangkalan sebenarnya sudah mendapat margin Rp3.000 per tabung. Kalau sehari menjual ratusan tabung, keuntungannya sudah cukup. Jadi tolong jual sesuai aturan,” tegas Sujiwo.
Sujiwo juga mengingatkan agar menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, seluruh pihak terkait, mulai dari agen hingga pangkalan, lebih disiplin dalam penyaluran LPG bersubsidi agar tidak memicu keresahan di masyarakat.
“Kita minta agen dan pangkalan betul-betul mengawasi. Jangan sampai LPG subsidi ini menjadi sumber masalah sosial, apalagi menjelang hari besar keagamaan,” pungkasnya. (DiskominfoKKR/IKP)
 Berita Terbaru
-
Bupati Sujiwo Dorong Kemandirian BKMT
Senin, 09 Februari 2026 08:23 WIB -
Menkop RI Nilai Torasera Perkuat Ekonomi Rakyat
Senin, 09 Februari 2026 06:38 WIB -
Bupati Sujiwo Tegaskan Penyelesaian Gedung BKMT
Senin, 09 Februari 2026 02:42 WIB -
BKMT Kubu Raya Perkuat Syiar Sambut Ramadan
Senin, 09 Februari 2026 02:37 WIB